Wednesday, February 29, 2012

Berpikir Positif

Penting bagi kita untuk selalu berpikir positif. Ada banyak alasan dan berbagai cerita tentang perlunya berpikir positif, baik itu kisah-kisah fiktif maupun empirik.

Misalnya, X yang kebetulan sedang menyelesaikan program Strata Tiga (S3) yaitu Doktor dalam bidang Sosiologi di Universitas Indonesia yang tinggal melalukan ujian sidang disertasi, pada hari yang telah ditentukan (hari H-nya). Telah ditunjuk seorang ketua tim sidang yang akan menguji dan menentukan kelulusan atau ketidaklulusan dalam sidang tersebut. Siapakah dia? Dia adalah seorang Profesor Doktor pakar ternama di bidang Sosiologi Guru Besar Universitas Indonesia.

Kebetulan X tersebut belum mengenal dan melihat sang profesor yang dimaksudkan. Suatu hari menjelang hari H pelaksanaan sidang, X penasaran ingin bersilaturahmi dan berkenalan dengan sang profesor yang dimaksud, karena didorong oleh rasa keingintahuannya maka X diam-diam pergi ke rumah sang profesor untuk bersilaturahmi dan pengenalan diri.

Ketika mahasiswa X sudah sampai di depan pintu gerbang halaman kebun rumah sang profesor, tiba-tiba melihat ada seorang berpakaian celana pendek dan kaos serta memakai topi petani berbentuk bulat lebar menutupi kepala dan sebagaian di atas matanya sehingga jelas tidak nampak bahwa orang tersebut sebenarnya sang profesor yang mau ditemuinya.

Tanpa ragu-ragu lagi mahasiswa X memanggilnya dengan nada keras dan kedengarannya kurang sopan ia berkata, “Hei pak tukang kebun atau saudara itu cleaning service pak profesor, tolong kemari saya mau bertanya apakah pak profesor ada di rumah?” Jawab si tukang kebun tadi dengan sopan mengatakan, “pak profesor ada di dalam rumah mas”. “Tolong yah beritahu kalau saya bernama X mau menghadap”. “Ya mas sebentar saya akan masuk ke dalam rumah untuk memberitahu pak Profesor”. “Baik, cepat ya jangan lama-lama saya menunggu”. Dengan nada perintah yang menekan dari mahasiswa X kepada tukang kebun tadi telah tergambar pikiran yang tidak positif, karena menganggap bahwa orang yang bercelana pendek dan kaos tersebut adalah tukang kebun atau cleaning service yang pekerjaannya hina, rendah sebagai pembantu saja. Akibat pola pikir mahasiswa X yang tidak positif tersebut telah membawa kenyataan yang pahit dan menyakitkan karena tukang kebun yang diperintah memanggil pak profesor itu ternyata dia sendirilah sang profesor yang dicari dan yang mau ditemuinya. Dengan penuh penyesalan yang mendalam bagi mahasiswa X tersebut karena ujian disertasi di tolak dan dibatalkan hingga menunggu dua tahun mendatang baru diperbolehkan menemui sang profesor tersebut untuk diuji kembali dengan berbagai perbaikan ulang penyempurnaan materi disertasi tersebut.

Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa perpikir positif itu sangat penting kepada siapa saja, supaya kita tidak terkecoh dan salah penilaian yang akhirnya merugikan diri sendiri. Berpikir positif sangat penting dalam kehidupan manusia. Berpikir positif menjadikan hidup seseorang selalu konstruktif dan produktif sehingga kita mudah meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Dengan cara berpikir positif, kita bisa melipatkgandakan hasil yang tidak mungkin didapatkan oleh cara lain. Sebaliknya, berpikir negatif selalu membuat kita melihat hal-hal yang jelek saja.
Sebagai contoh lain, bayangkan kita dalam perjalanan ke Surabaya. Tiba-tiba di ketinggian 10.000 meter diatas laut, mesin pesawat mati. Reaksi apa yang kita inginkan dari pilotnya? Ingin pilot berkata, “Tenanglah. Kencangkan sabuk pengaman, kita akan jatuh, tapi kita akan selamat sampai tujuan?” atau apakah kita ingin pilot memberitahukan, “Kita semua akan mati! Kita akan mati!? Siapa yang tidak ingin selamat?”

Sekarang pikirkan kalau kita yang menjadi pilotnya. Pendekatan mana yang dapat menyelesaikan masalah “Kita akan temukan jalan keluar dan kita selamat sampai mendarat” atau “Kita tak bisa temukan jalan dan kita akan mati?”. Inilah esensi berpikir positif, yang tidak menjamin masalah terselaikan, tetapi memberikan kesempatan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Orang yang berpikir positif selalu memikirkan kemungkinan sehingga keinginannya tercapai.

Untuk memahami berpikir positif, kita perlu mengetahui gambaran pikiran bawah sadar. Otak kita terbagi dua bagian, separuh bagian atas dan separuh bagian bawah. Otak bagian atas mengatur sadar, berisi pikiran yang terlintar. Bagian bawah berisi pikiran bawah sadar, yang berisi beraneka ragam pengaturan proses tubuh seperti pernapasan, pencernaan, dan pengaturan keinginan seperti berjalan dan berbicara.

Apa yang kita pikirkan dan kemudian menjadi kebiasaan adalah pikiran bawah sadar. Setiap pikiran bawah sadar yang berulang terus akan terprogram dan menjadi pikiran bawah sadar. Sebagai contoh, ketika kita baru mulai belajar mengemudi pikiran sadar kita yang memegang kendali tetapi ketika kita sudah berlatih mengemudi beberapa bulan maka pengaturannya akan berjalan secara otomatis. Pikiran bawah sadar yang mengatur. Dengan begitu sekarang kita memiliki program pikiran bawah sadar dalam mengemudikan mobil.

Bagaimana hubungan pikiran bawah sadar dengan berpikir positif? Sebagian orang-orang mungkin heran, mengapa mereka menjadi miskin dan sengsara? Padahal sebenarnya penyebab orang miskin dan sengsara adalah mereka sendiri karena mereka sendirilah yang menciptakan pola pikiran otomatis yaitu mereka selalu berperasaan miskin dan sengsara. Selain itu, kita juga bisa memprogram diri untuk datan terlambat, untuk sengsara, atau untuk bangkrut tanpa berpikir. Namun, pada akhirnya Tuhan yang kemudian disalahkan.

Hal yang menarik, masa depan bergantung pada pikiran sadar. Kalau kita mulai berdisiplin, pikiran sadar yang baru itu menciptakan program-program bawah sadar. Membersihkan pikiran dan berpikir positif perlu dilakukan sepanjang hidup. Berpikir positif adalah sebuah pekerjaan besar, bahkan bisa lebih sulit karena seringkali kita tidak menyadari telah berpikir negatif. Marilah kita memulai hidup ini dengna selalu berpikir positif sehingga tubuh sehat dan kita dapat bekerja, belajar, dan menatap masa depan yang cerah.

Mengembangkan Sikap Berpikir Positif
Berikut ini adalah 5 hal yang perlu kita ketahui dan laksanakan supaya kita dapat berpikit positif:
  1. Hadapi masalah dengan tenang
  2. Tumbuhkan sikap mental positif
  3. Bersikap optimis
  4. Berfikir fokus
  5. Biasakanlah berolahraga secara teratur
1. Hadapi Masalah dengan Tenang
Masalah akan selalu datang silih berganti dalam kehidupan kita. Masalah tidak akan berubah dan akan tetap tinggal sebagai masalah. Kita harus menerima masalah sebagai sebuah keniscayaan karena kita tidak dapat menghindarinya. Menyangkal realitas mungkin melegakan untuk sesaat, namun kemudian hal ini akan menimbulkan persoalan psikologis bagi kita. Hadapi realistas, dan gunakan humor untuk mencairkan suasana. Humor adalah salah satu perwujudan kecerdasan emosional kita, tetapi tidak semua humor menunjukan kecerdasan emosi seperti humor berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang justru menunjukkan lemahnya kepekaan emosi kita. Humor yang wajar akan membuat kita menjadi pribadi yang fleksibel dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi dan lingkungan. Dalam berbagai situasi, humor dapat mencairkan suasana, mengurangi ketegangan, dan mengatasi situasi yang sulit.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara humor dan membaiknya kondisi psikologis. Dalam berbagai situasi kehidupan, humor adalah salah satu dari keterampilan dan sikap yang penting. Tidak banyak hal lain yang lebih unggul yang dapat membuat orang menjadi sehat, baik fisik, mental, maupun spiritual selain tertawa. Keahlian dalam mengemas humor, bisa dipastikan, menjadi ciri utama bagi mereka yang sukses, kreatif dan sehat. Orang-orang yang humoris biasanya mudah mengatasi tekanan akibat kesibukannya, mereka juga umumnya dapat dengan mudah bangkit dari kesedihannya.


2. Tumbuhkan Sikap Mental Positif

Sikap mental positif sangat erat kaitannya dengan kepribadian yang menarik. Beberapa sikap mental positif di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Fleksibel, artinya dapat beradaptasi dengan cepat dalam keadaan darurat sekalipun, tanpa kehilangan kendali merupakan keterampilan yang penting dalam mencapai kesuksesan. Dengan bersikap fleksibel, kita mudah beradaptasi dengan lingkungan apapun dengan siapapun. Bersikap fleksibel selama tida merombak prinsip dan kepribadian sangat diperlukan.
  • Sopan, sikap sopan merupakan kualitas diri yang menguntungkan dimanapun kita berada. Kesopanan merupakan kebiasaan menghargai perasaan orang lain dalam berbagai kondisi. Sebenarnya kesopanan bukanlah hal yang sulit dilakukan. Sayangnya, saat ini kesopanan merupakan hal yang langka di tengah-tengah kondisi yang semakin menuntut kita bersikap individual. Padahal, kebiasaan bersopan santun membuat kita mudah mengontrol diri dan menguasai emosi.
  • Toleransi, sikap yang dapat menghormati setiap perbedaan, baik opini, tingkah laku, dan kebiasaan. Dengan toleransi kita semakin kaya akan keanekaragaman budaya, sedangkan semakin tidak toleran, kita semakin tertutup terhadap setiap perbedaan. Ini berarti kita menutup potensi pikiran kita karena kita dapat berkembang di antaranya jika kita siap menerima gagasan dan perbedaan.
  • Rendah hati, sikap congkak, sombong, dan egois tidak akan ditemukan pada orang-orang yang berkepribadian menarik. Sikap rendah hati membuat kita peduli dan mau mendengarkan orang lain. Orang yang rendah hati mudah menghargai orang lain dengan begitu ia juga akan dihargai orang lain.
  • Sportif, artinya mau berkompetisi secara sehat dan fair.
  • Hangat, sikap hangat mencerminkan sikap antusias, percaya diri, dan kooperatif. Sikap hanya dapat ditunjukkan dengan selalu menyapa orang lain dengan penuh senyuman dan kegembiraan serta penuh perhatian.

3. Bersikap Optimis
Bersikap optimis berarti berdiri dengan teguh jika ada rintangan atau halangan. Tidak akan ada halangan atau rintangan jika kita bersikap tegar, selalu berpikir positif, dan selalu mengharapkan bahwa Tuhan akan selalu membantu kita. Keyakinan adalah kualitas paling utama yang kita butuhkan. Ada lima konsep yang berguna untuk membangun citra diri agar kita tetap optimis dalam menghadapi kehidupan ini:
  • Kita adalah unik, tidak ada satu orangpun yang sama persis seperti kita
  • Percaya bahwa kita mampu melakukan apapun yang ingin kita lakukan, “Kalau kita berpikir bisa, kita pasti bisa...”
  • Kita memiliki kekuatan yang tidak terbatas dalam memilih pikiran-pikiran
  • Milikilah kesadaran bahwa kekayaan di bumi ini melimpah ruah
  • Hidup ini menyenangkan dan memberikan hasil.

4. Berpikir Fokus
Fokus adalah memberikan perhatian yang serius terhadap tugas, tanggung jawab, atau pekerjaan yang ada di hadapan kita serta berusaha untuk mengerjakannya terus-menerus hingga pekerjaan tersebut selesai, dan tidak berpaling kepada hal-hal lain.
Fokus merupakan kebiasaan yang bisa dipelajari, dilatih sehingga menjadi kebiasaan, persis sama dengan kebiasaan-kebiasaan lain dalam hidup manusia. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan penting yang dapat menjadi kendala untuk dapat fokus:
  • Banyaknya kesibukan dan janji membuat perhatian terpecah
  • Tidak sabar dan tidak tahan akibat banyaknya tugas yang memerlukan semangat yang tinggi, nafas yang panjang, keinginan kuat, dan memaksa diri untuk terus-menerus dalam keadaan terkontrol. Jika berbagai kemampuan ini tidak ada, seseorang bisa mundur teratur atau sibuk dengan kegiatan lain yang remeh.
  • Tidak memiliki motivasi dan dorongan yang cukup.
  • Tidak ada tujuan yang akan direalisasikan
  • Letih dan lelah.

Berikut adalah kiat-kiat untuk dapat fokus:
  1. Tentukan kapan mulai dan kapan selesai sebelum melakukan tugas dan memulai pekerjaan.
  2. Renungkan manfaat yang diperoleh jika kita menyelesaikan pekerjaan dan tugas kita. Jangan pikirkan hambatan dan kesulitan.
  3. Berpikirlah positif dan optimis.
  4. Mencoba cara baru dalam melaksanakan tugas rutin yang membosankan dan tidak disukai.
  5. Berusahalah selalu menemukan metode-metode yang membuat kita lebih fokus dalam hidup kita.
  6. Pilih waktu yang tepat untuk bisa fokus dan konsentrasi
  7. Belajar untuk sabar dan tenang.

5. Bersikap Proaktif

Di dunia ini ada dua tipe manusia, yaitu manusia yang proaktif, mereka yang bertanggung jawab atas hidupnya dan manusia yang reaktif, yaitu manusia yang bisanya menyalahkan sesuatu.
Menurut Sean Covey dalam 7 Habits of Highly Effective Teens bahwa ciri orang yang reaktif adalah:
  • Mudah tersinggung
  • Cenderung menyalahkan orang lain
  • Cepat marah dan mengucapkan kata-kata yang belakangan mereka sesali
  • Cenderung merengek dan mengeluh
  • Menunggu segalanya terjadi kepada mereka, dan
  • Berubah hanya kalau perlu

Ciri orang proaktif adalah:
  • Tidak mudah tersinggung
  • Bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya sendiri
  • Berpikir sebelum bertindak
  • Cepat pulih kalau terjadi sesuatu yang buruk
  • Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana
  • Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah
  • Tidak mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah

6. Olah Raga secara Teratur
Untuk dapat berpikir positif, badan harus sehat. Pada saat sakit, jarang kita dapat berpikir dengan sehat dan jernih. Sering pada saat sakit kita merasa Tuhan terlalu banyak memberikan penderitaan. Pada saat sakit, makan terasa tidak enak, tidak dapat melakukan banyak pekerjaan dan banyak tidur. Pada kondisi demikian sering kita menjadi emosional, bosan dan merasa kurang diperhatikan. Oleh sebab itu, untuk menjadi orang yang periang, penuh kegembiraan, kesehatan menjadi syarat penting. Dengan badan sehat, kita dapat melakukan apa saja sesuai dengan keinginan kita. Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Untuk membentuk badan sehat, perlu olahraga yang teratur.

No comments:

Post a Comment