Wednesday, February 29, 2012

Etiket Pergaulan

Mengapa Bergaul Penting?
Pergaulan pada setiap individu manusia adalah merupakan bagian dari tuntutan kehidupan manusia yang tidak bisa dihindari dalam masyarakat dari yang kelompok kecil sampai dengan kelompok yang lebih luas. Pergaulan manusia itu sendiri berkembang seiring dengan kemajuan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang secara dinamis sesuai perubahan jaman.

Pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan untuk bergaul dengan orang lain agar di kenal dan mengenal banyak orang. Hal ini disebabkan karena pada hakekatnya manusia selalu butuh berinteraksi dengan manusia lain dalam kehidupannya, kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan cara bergaul.

Dewasa ini, kata pergaulan seringkali diganti dengan istilah sebutan “gaul” yang kemudian berkembang menjadi warung gaul, cafĂ© gaul. Istilah kata gaul lebih populer dibandingkan dengan kata bergaul atau pergaulan. Gaul tidak hanya mencari kesempatan menemukan orang yang menarik tetapi juga untuk membina hubungan baik yang lebih luas dalam rangka mendapatkan keuntungan apa saja pada semua pihak.

Dalam budaya global saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan seseorang dalam kegiatan kerja dan bisnisnya baik formal maupun informal banyak memanfaatkan hubungan pertemanan yang pastinya berlandaskan kepercayaan. Bahkan hubungan diplomatik juga mengandalkan hubungan pribadi yang tulus dan intensif.

Semua orang, tua-muda, anak-anak, remaja, laki-laki atau perempuan dari berbagai macam latar belakang perlu bergaul. Dengan demikian dibutuhkan keterampilan-keterampilan pergaulan dalam menghadapi berbagai karakter orang dengan berbagai latar belakang. Akan tetapi, satu rahasia kecil terpenting untuk bisa sukses dalam pergaulan yaitu mau membuka diri untuk memasuki setiap kesempatan dan melakukan kontak dengan orang lain. Sekali kita membuka diri, dunia luas terbentang di depan mata untuk bersiap merengkuh banyak kesempatan.


Maanfaat dan Kekuatan Bergaul
  • Bergaul itu salah satu kegiatan penting untuk membina jejaring (network)
  • Hanya dengan bergaul, orang bisa memelihara hubungan
  • Tidak ada pekerjaan yang tidak butuh pergaulan; tidak selamanya harus ada tatap muka, bergaul juga bisa melalui dunia maya.
  • Orang-orang sukses adalah yang jejaringnya sudah matang dan bekerja, terlepas dia tua atau muda.
  • Basa-basi tidak terlalu buruk. Ini bisa menjadi awal untuk memulai hubungan persahabatan.
  • Efek jejaring memang tidak langsung. Semakin lama dan luas semakin besar kemungkinan keuntungan yang kita raih.
  • Lewat gaul, pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman akan terjadi. Ini penting untuk memperkaya wawasan dan memperbaiki penampilan dalam karir.
  • Kartu nama adalah alat yang murah meriah untuk bergaul.
  • Bergaul memang membutuhkan bakat, tetapi membina jejaring bisa dipelajari dan dilakukan dengan teknik dan taktik yang benar.
  • Bergaul memakan waktu, tapi hasil yang akan diperoleh mungkin lebih dari yang diduga.

Hambatan Bergaul
Ada kalanya kita merasa tidak membutuhkan orang lain, misalnya pada saat-saat kita ingin menyendiri, merenung, atau menikmati waktu untuk diri sendiri. Apabila kita merasa tidak membutuhkan orang lain karena kita merasa tidak nyaman melakukan kontak dengan orang, enggan menyapa karena takut ditolak, merasa malu, merasa lega bila orang yang harus disapa menjauh, kita harus waspada bahwa ktia telah masuk dalam ‘zona nyaman’.

Zona nyaman atau confort zone tidak selalu menguntungkan, tetapi merupakan hambatan bagi kelangsungan pergaulan kita. Kita akan jalan di tempat, tidak berani membuka hubungan baru karena kita telah merasa nyaman dalam lingkungan kita yang berakibat kerugian bagi diri kita sendiri.

Menemukan kontak yang sesuai harapan tidak selalu mudah, risiko ditolak, tidak dikenali, tidak diminati memang harus dihadapi. Namun, ingatlah prinsip dalam berinteraksi dengan orang lain. Bila ingin memperoleh sesuatu, kita harus memberi terlebih dahulu. Pergaulan dimulai dengan kondisi saling memberi dan menerima (take and give) selanjutnya, akan tumbuh rasa saling percaya (trust). Jadi keluarlah dari Zona Nyaman Kita dan mulailah dengan menyapa sehingga kita akan mendapat imbalannya.


Memulai Langkah
Terdapat 2 tipe kepribadian dalam pergaulan seperti yang diungkapkan oleh Myers-Briggs (1985) dan Yul Iskandar (2000).
  1. Ekstrovert: orang yang senang bersama orang lain, mudah bergaul, tidak kaku dan canggung dalam pergaulan, senang dalam kegiatan sosial.
  2. Introvert: orang yang cenderung kurang menyenangi bersama orang lain, suka menyendiri, tidak suka bicara, mudah tersinggung, kurang percaya diri, pemalu dan pendiam.
Biasanya orang-orang tipe introvert lebih banyak berada dalam comfort zone-nya. Hal ini bukan berarti orang introvert adalah orang-orang yang salah, tetapi akan lebih menguntungkan bila dia bisa membuka diri pada dunia luar. Untuk mengatasi rasa canggung dalam melakukan kontak dengan orang baru, kita bisa mencoba mengikuti tips berikut:
  • Buat sasaran yang lebih konkret. Misalnya pada setiap pertemuan, kita lebih dulu menegur 2 orang yang tak dikenal.
  • Buatlah langkah-langkah kecil. Langkah kecil dapat berupa senyum dan melakukan kontak mata. Ini akan menarik simpati. Orang yang tertarik akan menghampiri dan menegur kita.
  • Mulailah dengan pertanyaan terbuka dan pujian yang tulus.
  • Hafalkan skrip tertentu. Dengan skrip yang khas dan diucapkan dengan lancar, menghindarkan kita dari salah tingkah.
  • Hindari kelompok besar yang sedang berkerumun. Lebih baik memulai percakapan satu lawan satu.

Etiket
Esensi pergaulan adalah membina hubungan baik. Dalam membina hubungan baik tentu ada tata caranya yang dikenal dengan istilah Etiket. Kata Etiket berasal dari bahasa Perancis etiquette yang berarti aturan sopan santun dan tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Etiket mengajarkan kita untuk memelihara hubungan baik, bahkan memikirkan kepentingan dan keinginan orang lain. Pemahaman tentang etiket bisa jadi pengendali langkah yang ampuh, dan membuat kita disegani, dihormati, disenangi, percaya diri, mampu memelihara suasana yang baik di segala lingkungan.

Sebagai manusia, apa pun profesinya, mahasiswa, karyawan, pedagang, pelajar, perlu mempelajari dan memahami tata cara pergaulan atau etiket.

Etiket dalam Berkomunikasi
1. Basa-Basi
Basa-basi digunakan sebagai pembuka percakapan untuk tune in ke dalam pokok permasalahan. Bayangkan bila kita memulai percakapan langsung pada inti persoalan, pasti lawan bicara kita akan mengerutkan kening atau tatapan bingung.
Resep basa-basi
  • Bicarakan apa yang disenangi oleh lawan bicara
  • Cukup dimulai dengan sapaan “hal” atau “selamat pagi” dan sebagainya, dan jangan lupa senyum di bibir
  • Jangan berlebih-lebihan, bisa-bisa kita terkesan cerewet dan bertele-tele.
2. Berkenalan
Yang wajib dilakukan saat berkenalan:
  • Ucapakan nama dengan jelas
  • Lakukan kontak mata, sorot mata menunjukkan niat baik kita
  • Jabatan tangan yang erat menandakan hangatnya pribadi seseorang dan menunjukkan kepercayaan diri yang kuat.
3. Membuat Janji
Bila kita perlu bertemu dengan orang-orang yang sibuk dan banyak kegiatan, kita perlu membuat janji terlebih dahulu. Cara membuat janji melalui telepon, sms atau e-mail dapat dilakukan bila ingin bertemu dengan orang-orang dekat, seperti teman, sahabat, keluarga dan orang yang sudah akrab, termasuk guru dan dosen.

Bila kita ingin menemui seorang pejabat di suatu kantor, biasanya kita dapat membuat janji melalui sekretarisnya dengan konfirmasi kedatangan melalui telepon, atau bentuk tertulis.
Informasi yagn harus ditentukan dalam membuat janji:
  • Waktu pertemuan
  • Tempat pertemuan
4. Membatalkan janji
Janji dapat dibatalkan karena hal-hal yang sangat memaksa. Batalkan janji minimal 1 hari sebelumnya dan sampaikan permintaan maaf serta sebutkan alasan yang masuk akal. Jangan membatalkan janji bila tidak sangat terpaksa. Janji menyangkut masalah kepercayaan dan keseriusan, jangan sampai kepercayaan pada kita luntur.
5. Memakai Ponsel
Ponsel sudah menjadi piranti wajib yang harus dimiliki semua orang saat ini. Kecanggihan teknologi, membuat ponsel bukan saja merupakan alat komunikasi, tetapi juga merupakan agenda yang memuat segala catatan penting kita. Berikut aturan main menggunakan ponsel:
Yang boleh dilakukan:
  • Terapkan sopan santun yang sama seperti menggunakan telepon biasa
  • Perhatikan tempat dan waktu yang sesuai, jangan menggunakan ponsel saat di dalam bioskop atau ketika sedang kuliah atau rapat.
  • Gunakan seperlunya saat di depan umum
  • Gunakan SMS bila kita perlu berkomunikasi tanpa diketahui orang di sekitar kita
  • Manfaatkan fitur ponsel semaksimal mungkin. Banyak waktu yang dapat dihemat dengan menggunakan layanan-layanan yagn didukung oleh penyedia jasa telekomunikasi
  • Cantumkan nama dan identitas kita saat mengirim sms kepada orang yang jarang berhubungan dengan kita
Yang tidak boleh dilakukan:
  • Ngobrol dan bergosip melalui ponsel di depan umum
  • Menghidupkan ponsel saat acara-acara formal. Aktifkan mode getar dan menyingkir dari ruangan bila ada panggilan telepon
  • Pinjam ponsel atau ‘numpang’ terima telepon di ponsel orang lain, kecuali dalam keadaan yang benar-benar darurat.


Etiket dalam Gaya Hidup

Bersikap di Depan Umum
1. Berjalan di trotoar atau tempat yang ramai
  • Saat menyeberang pria menjadi pembuka jalan dan melindungi wanita
  • Biasanya pria berjalan disisi yang melindungi wanita
2. Etika naik turun tangga
Pria naik lebih dulu atau sejajar dengan wanita. Pria juga turun tangga di belakang wanita.
3. Etika keluar masuk lift
  • Tunggu di samping lift, jangan menghalangi orang yang akan keluar dari lift
  • Beri kesempatan orang yang keluar dari lift dahulu sebelum masuk lift
  • Saat masuk lift, wanita terlebih dahulu, pria memegangi pintu lift
  • Segera bergerak merapat ke dinding atau ke belakang saat memasuki lift
  • Bila dekat dengan tombol untuk menentukan tujuan, tanyakan dengan sopan lantai yang akan dituju penumpang lain dan tekankan tombolnya
  • Bila sudah mendekati lantai yang dituju, mendekatlah ke pintu
  • Saat keluar dari lift, wanita keluar lebih dulu, pria memegangi pintu lift
4. Etika berkendaraan di jalan raya
  • Jangan membuang sampat sembarangan
  • Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas
5. Merias Diri di Depan Umum
  • Situasi 1: kesiangan bangun pada hari kerja. Boleh berdandan di dalam kendaraan pribadi, asal jangan saat mengemudi. Boleh berdandan di taksi tetapi hindari berdandan di kendaraan umum.
  • Situasi 2: bepergian jarak jauh dengan kendaraan umum. Saat berada di kereta api, pesawat atau bus antarkonta, kita bisa minta izin pada penumpang di samping kita untuk merapikan diri agar tampil segar, lakukan dengan cepat.
  • Situasi 3: lipstik luntur setelah makan. Pergilah ke toilet atau ke powder room untuk merapikan dandangan kita setelah makan.
6. Antri
Budaya antri di negara ini susah-susah gampang diterapkan. Biasanya antrian dijumpai di tempat-tempat umum, seperti ATM, membayar kasir dan seterusnya. Sekalipun demikian masih saja ada orang yang tidak mau antri dan dengan seenaknya menyerobot antrian. Dalam kondisi ini kita boleh menegur dengan sopan. Risikonya mungkin orang itu lebih galak dari anda dan mengomel atau menganggap kata-kata anda angin lalu. Kalau sudah begitu laporkan saja pada petugas keamanan yang ada, agar petugas yang menangani orang-orang seperti itu. Tunjukkan kalau kita peduli, dahulukan orang sudah tua, atau orang yang benar-benar sakit.
7. Jam Karet
Jam Karet adalah istilah untuk kata terlambat. Masih banyak orang yang punya kebiasaan jam karet. Hilangkan kebiasaan ini pada diri kita agar tidak merugikan diri sendiri.
8. Pinjam-Meminjam
Aturan meminjam
  • Pinjamlah sepengatuan pemiliknya
  • Hindari meminjam barang-barang seperti: ponsel dan mobil kecuali sangat terpaksa
  • Barang yang tidak dipinjamkan adalah: sikat gigi, alat cukur, sisir, bedak, pakaian dalam
9. Merokok
Selain mengganggu lingkungan, pemerintah juga sudah mengeluarkan peraturan anti rokok. Perhatikan aturan-aturan dalam merokok sebagai berikut:
  • Jangan merokok kalau ada tanda dilarang merokok.
  • Berada di ruang ber AC
  • Berada di ruang tunggu
  • Di dalam kendaraan umum, menghargai orang lain
  • Dalam lift
  • Saat hendak bertamu dan memasuki rumah orang lain
  • Ketika ada anak-anak di sekitar kita.
10. Etiket Berbusana
  1. Memadukan Busana. Penuhi 3 syarat utama: sederhana, serasi, sopan.
  2. Aksesori. Aksesori berguna untuk melengkapi dan menghias.
  3. Jeans. Jeans selalu diterima kapan saja kecuali saat semi formal atau formal. Umumnya jeans dikenakan pada saat santai. Kantor-kantor yang bergerak di bidang kreatif, perkebunan, peternakan atau jurnalistik biasanya memperkenankan karyawannya mengenakan jeans. Walau tetap saja ada aturan-aturan pada masing-masing kantor yang harus dipatuhi oleh karyawannya. Dalam acara-acara formal, biasanya jeans tidak menjadi pakaian yang tepat. Acara-acara itu antara lain pesta perkawinan, wisuda, pelantikan seseorang, dan lain-lain.
11. Busana Kerja
Busana kerja harus disesuaikan dengan peraturan dan suasana kantor. Secara umum jenis-jenis busan kerja antara lain:
  • Formal
  • Semi formal
  • Kasual
Dalam menghadapi wawancara pekerjaan pertama kali, sebaiknya tetaplah berpakaian kerja formal. Karena kita belum menjadi bagian dari mereka, sesantai apa pun kantor tersebut.
12. Etika Melamar Pekerjaan
Setelah menyelesaikan sekolah, berarti kita memulai langkah ke dunia baru. Dunia kerja. Agar berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan kita, berikut seluk beluk melamar pekerjaan.
13. Promosikan Diri
Promosikan diri kita melalui surat lamaran dan CV. Buat Surat Lamaran dan CV yang mengesankan, jujur, dan mencakup semua data diri. Paparkan semua kemampuan dan prestasi kita, tapi jangan berbohong. Cetak surat lamaran dan CV di kertas berkualitas baik, usahakan agar menarik perhatian.
14. Menghadapi Wawancara Kerja
Berikut tips menghadapi wawancara:
  • Datanglah kira-kira 15 menit sebelum waktunya.
  • Kesan pertama penting. Pastikan penampilan kita rapi, bersih dan segar.
  • Masuklah ke ruangan wawancara dengan tenang, bersikap wajar. Tersenyum dan mengucap salam. Jangan duduk sebelum dipersilakan.
  • Perhatikan bahasa tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, posisi dukuk tegak, cara berjalan dengan percaya diri.
  • Cari keterangan mengenai perusahaan, posisi yang ditawarkan dan sebagainya.
  • Jangan malu bertanya bila tidak mengerti pertanyaannya.
  • Saat wawancara selesai, ucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan, dan sampaikan bahwa kita menunggu jawaban mereka. Jabat tangan pewawancara dengan erat sebelum meninggalkan ruangan.
15. Kata-kata yang harus diucapkan dalam pergaulan sehari-hari
  1. Memberi Salam
  2. Meminta maaf
  3. Mengucapkan Terima kasih
  4. Mengucapkan Permisi

1 comment:

  1. Bagus sekali. Semoga pelajaran mengenai etika ini dapat dihidupkan kembali dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

    ReplyDelete